fbpx

Kenali Obesitas : Penyebab dan Risikonya

obesitas cara mengat

Dietenak.com – Obesitas sudah menjadi pandemi dunia. Pasalnya, jumlah kasus obesitas terus meningkat secara keseluruhan. Mal-Nutrisi dan konsumsi kalori berlebih sangat berperan dalam melonjaknya angka obesitas.

 

Apa itu Obesitas?

Obesitas diartikan penumpukan lemak yang berlebihan di dalam badan, kegemukan yang berlebih. Gemuk belum tentu obesitas, namun obesitas pasti kegemukan. Tepatnya kegemukan yang berlebih. Obesitas mudah dikenali. Banyak cara untuk mengidentifikasi obesitas. Salah satunya dengan IMT atau index masa tubuh. IMT banyak digunakan karena lebih mudah menghitung. IMT merupakan perbandingan antara berat badan dibandingkan dengan tinggi badan dalam meter kuadat.

 

index masa tubuh (imt)

Berapa skormu? apakah tergolong obesitas?

 

Fakta menarik Risiko Obesitas

1. Penyakit Jantung

Risiko terdekat dari obesitas adalah meningkatnya risiko penyakit jantung. Penyakit ini muncul  oleh naiknya kadar kolesterol tubuh. Kolesterol jahat atau disebut LDL dan trigliserida. Tingginya LDL akan menekan produksi HDL, ini tidak bagus. Tingginya sumbatan maka akan menaikkan tekanan darah. Dengan demikian kerja jantung semakin berat. Jantung bekerja extra untuk lebih banyak bekerja sehingga tekanan untuk mengalirkan darah meningkat. Naiknya tekanan darah atau hipertensi menjadi penyebab paling umum serangan jantung. Sayangnya, hal ini sering terjadi pada penderita obesitas.

 

2. Stroke

Bahaya obesitas lainnya adalah stroke. Mirip dengan penyakit jantung, penyebab utamanya adalah penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi. Pada penderita stroke terjadi di sisi kiri jantung. Risiko ini meningkat untuk mereka yang obesitas. Faktor obesitas ini terjadi karena peningkatan tekanan darah dan ketegangan jantung. Stroke mengakibatkan beberapa fungsi organ akan terganggu bahkan tidak berfungsi (parsial) secara temporer maupun permanen.

 

3. Diabetes

Risiko obesitas berikutnya adalah diabetes. Tingginya intensitas konsumsi karbohidrat memicu kerja pankreas untuk meluncurkan insuline dalam jumlah banyak. Secara hormonal obesitas memicu rasa lapar yang lebih tinggi. Tidak heran mereka cenderung lebih sering makan. pada tahapan ini kontrol makanan terhadap karbohidrat (gula didalamnya) yang diatas kewajaran. Kerja pancreas menjadi lebih berat, dan akhirnya merusak kesehatan produksi pankreas.

Yang terjadi berikutnya, pankreas selayaknya pabrik insuline, tidak bisa mengendalikan kadar gula darah. Disini terjadi disfungsi pankreas, dan disebut sebagai diabetes tipe 2.

 

tekanan darah tinggi

4. Tekanan Darah tinggi

Ukuran tubuh yang membesar, otomatis memperluas jalur pembuluh darah. Kerja jantung lebih keras, dan aliran darah dituntut lebih besar dan jauh. Dengan demikian risiko tekanan darah tinggi makin tinggi. Himpitan lemak dan penyempitan pembuluh darah memperbesar risiko tekanan darah tinggi. Munculnya banyak risiko obesitas bisa dikendalikan dengan asupan nutrisi dan pola hidup sehat.

 

5. Masalah Pernafasan

Kenali masalah obesitas, selalu mengarah pada masalah pernafasan. Fungsi organ pensuplay oksigen ke darah, paru-paru sangat terganggu dengan himpitan lemak disekitar rongga diafragma. Risiko obesitas meningkat dengan berat badan yang besar membutuhkan oksigen lebih banyak. Paru-paru harus bekerja ekstra keras, sementara himpitan badan juga semakin besar. Tidak jarang permasalahan pernafasan adalah paling mencolok / paling cepat terasa. Tubuh makin mudah terengah-engah. Jika Anda mengalami ini sebaiknya cek kembali apakah sesak nafasnya berhubungan dengan obesitas yang diderita.

Anda tidak bisa mengandalkan olah raga saja untuk memperbaiki ini. Perlu nutrisi dan pola hidup sehat yang diterapkan secara kontinue. Perubahan tidak signifikan seperti halnya minum obat namun lebih permanen. Mungkin ini saatnya Anda mengubungi konsultan nutrisi untuk mengatur dan membimbing Anda.

 

6. Kanker

Risiko terkena penyakit kanker menjadi salah satu risiko obesitas yang perlu diwaspadai. Kondisi ini akibat peradangan pada lemak viseral yang mengelilingi organ vital. Lemak ini cukup mematikan dimana posisinya sangat dekat dengan organ-organ tubuh. Viceral fat, atau lemak viceral.  Lemak viseral jumlah lebih banyak meningkatkan risiko peradangan. Peradangan ini direspon tubuh sebagai cidera atau penyakit. Pada jangka panjang akan merusak tubuh. Reaksi ini yang meninggikan risiko terhadap kanker.

[dietenak.com]


Credits:
Photo by AllGo – An App For Plus Size People unsplash.com
Photo by https://www.pakmantri.com/
Photo by mockupgraphics unsplash.com
https://hellosehat.com/nutrisi/obesitas/bahaya-obesitas-bagi-tubuh/